Sajak: Sidang Bangsa Bertepuk-Tepuk

Sidang
Bangsa Tepuk-Tepuk
Bagai gendang
dipalu bertalu-talu
mengikut
rentak dan lagu beritma ceria
bertepuk-tepuk
bersorak-sorak beria-ia
bergeleng-geleng
tidak berangguk-angguk selalu
tradisi
membela bangsa bersidang sering begitu.
Berkobar
bersemarak semangat meremajakan tradisi
berombak
bersorak demi parti mengungguli transformasi
slogan
bersipongang cuma angguk-angguk tak dimengerti
bangsa
cuma omong kosong tak dibelai dimungkiri
tradisi
membela bangsa bersidang sering ditertawai.
Bersidang
bangsa oposisi dikecami dibenci sering
agenda di
mana hilang, lupa matlamat bangsa diketepi
ulamak
ilmuan bahan bercanda ketawa berdekah-dekah
gah,
berbicara berjuang menjulang agama sejak merdeka
tradisi
membela bangsa bersidang sering tersasul.
Berjuang,
bersidang bangsa omongan basi tradisi
bangsa
hilang tanah, hilang tempat berlindung
mana
pembelaan, mana keadilan, mana bantuan?
cuma
seloka gurindam, pantun, sajak puisi melantun
tradisi
membela bangsa bersidang persis syembara pantun.
Sidang
bangsa cuma perwakilan bedekah-dekah ketawa
sidang bangsa
cuma perwakilan bertepuk-tepuk tampar
sidang
bangsa cuma perwakilan berangguk-angguk ampu
sidang
bangsa cuma perwakilan balik dengan minda kosong
sidang
bangsa cuma perwakilan bukan untuk geleng-gelang.
Masshah
2014
16122014
Meru.
Comments
Post a Comment