MENULIS SELAGI MASIH ADA HAYAT

Sunday, December 28, 2014

Sajak: Sidang Bangsa Bertepuk-Tepuk




Sidang Bangsa Tepuk-Tepuk

Bagai gendang dipalu bertalu-talu
mengikut rentak dan lagu beritma ceria
bertepuk-tepuk bersorak-sorak beria-ia
bergeleng-geleng tidak berangguk-angguk selalu
tradisi membela bangsa bersidang sering begitu.

Berkobar bersemarak semangat meremajakan tradisi
berombak bersorak demi parti mengungguli transformasi
slogan bersipongang cuma angguk-angguk tak dimengerti
bangsa cuma omong kosong tak dibelai dimungkiri
tradisi membela bangsa bersidang sering ditertawai.

Bersidang bangsa oposisi dikecami dibenci sering
agenda di mana hilang, lupa matlamat bangsa diketepi
ulamak ilmuan bahan bercanda ketawa berdekah-dekah
gah, berbicara berjuang menjulang agama sejak merdeka
tradisi membela bangsa bersidang sering tersasul.

Berjuang, bersidang bangsa omongan basi tradisi
bangsa hilang tanah, hilang tempat berlindung
mana pembelaan, mana keadilan, mana bantuan?
cuma seloka gurindam, pantun, sajak puisi melantun
tradisi membela bangsa bersidang persis syembara pantun.

Sidang bangsa cuma perwakilan bedekah-dekah ketawa
sidang bangsa cuma perwakilan bertepuk-tepuk tampar
sidang bangsa cuma perwakilan berangguk-angguk ampu
sidang bangsa cuma perwakilan balik dengan minda kosong
sidang bangsa cuma perwakilan bukan untuk geleng-gelang.

Masshah 2014
16122014
Meru.



No comments:

Post a Comment

Jangan Berhenti Membaca