Posts

Showing posts with the label Sajak Bulan MAC 2015

Sajak: Amannya Mereka

Image
Amannya Mereka ( Melihat pekerja warga asing sedang rehat ) Merenung ke luar jendela kantin di dinihari sunyi, sendiri tenteramnya mereka beradu tiada siapa yang menganggui aman tenang damai di sebuah negeri beribu batu Benua ini milik semua pelbagai ras bangsa ada mencari rezeki di sana sini kesungguhannya sememangnya matlamat cari makan di sini di sana ditinggal anak isteri di sana ditinggal ayah ibu demi perubahan diri juga famili. Mereka aman tenang di sini kita masih terkial-kial cari rezeki memilih mana lebih bercita rasa menjaga standard ijazah berjela jiwa juang cekal hanya mimpi,   tidak seperti mereka... apa sahaja dikerjai tekun sekali biar kena maki tetap sabar sekali kita...jauh sekali, cepat terasa hati Amannya mereka biar jauh dari yang dikasihi tetap megutus rindu selalu teknologi di tangan tak henti sesekali menyapa sang kekasih yang ada di benak hati ya...mungkin sebagai penguat jiwa agar terus semangat berusaha demi untuk ...

Sajak: Berpuisi Demi Ilahi

Image
Berpuisi Demi Ilahi ( Sempena Hari Puisi Sedunia ) Indahnya berpuisi atas nama Ilahi Ya Rabbi gemerlapan cahaya seri nubari segar damai Benua seantero bahagia berpuisi mengisi kalbu tunduk patuh pada Ilahi menebar kasih sayang sejati Berpuisi bersulam janji kasih berzikir hati tak terhenti berserah diri pada Ilahi bait-bait puisi agungkan Allah Berpuisi demi redha-Nya menyeru penuh hikmah berpandukan quran sunnah junjungan mulia tauladannya Berpuisi sampai mati demi tanggungjawab suci tanpa ada keraguan dalam diri sesungguhnya bahagia akhirat menanti. Masshah 21032014 Meru.

Sajak: Kembalilah

Image
Kembalilah Bunga itu layu terkulai lunyai selayu bicara bacul terpacul hilang harum lebih-lebih lagi indahnya tersasul hemburan bicara hodohnya seantero benua amarah meruap mengelegak dibendung tidak, nahaslah Pada bunga layu itu jika mahu bugar segar berseri kembalilah...dakap kasih Ilahi usah lagi bermimpi seolah...hidup kekal tak mati buangkan angkuh sombong bodoh nescaya taubat mu, kubur mu harum seharum semerbak bunga kemboja di tanah perkuburan Jika tidak... nama mu tetap hodoh layu lesu busuk walau baunya harum sekadar dibibir namun sejarah akan tercatat sekuntum bunga yang sangat busuk lagi membusukkan... Masshah 21032015 Meru.

Sajak: Sakitnya Itu Di Sana

Image
Sakitnya Itu Di Sana Jeritlah sekuat hatimu nak muda biar gegar tiang-tiang seri di Putrajaya biar mereka dengar apa yang kau pekikan usah gentar biar ugutan menyambut jeritanmu jeritanmu itu benar bukan onar gigitanmu itu sakit ya…sakitnya itu di sana. Terus jerit anak muda biar mengeletar tubuh yang kian ketar biar mengigil dingin malam lenanya biar golek gelintang di kasur empuknya jeritanmu terasa sakit di cuping telingnya sakitnya amat ya…sakitnya itu di sana. Langkahmu jeritanmu pekikanmu sungguh mengegar gelisah takhta bisa hancur musnah cita-cita ingin terus angkuh kuasa nyahkan terus LAWAN pedihnya sungguh ya…sakitnya itu di sana. Lawan tetap lawan! Masshah 2015 8032015 Meru.

Sajak: Rumah Abadi Pasti

Image
Rumah Abadi Pasti Usia semakin meninggi kubur kata mari sudah bersediakah duhai diri menuju distinasi rumah abadi ia pasti. Masshah 30202015 Meru.

Sajak: Pilihan Terserah Diri

Image
Pilihan Terserah Diri ( Untuk ingatan diri diusia 41 tahun... ) Hidup ini tidak selamanya cukup masa pulang pada-NYA esok atau lusa entah bila-bila bukan dalam pengetahuan ia milik yang Empunya nyawa. Dari sehari ke sehari makin singkat terasa usia dari setangga ke setangga harus diingat usah dipersia kena banyakkan bekalan  kerana mati itu secara tiba-tiba. Pada setiap diri mesti kena muhasabah hidup takkan kekal selama persiapkan bekalan untuk ke sana bukan anak bini bukan harta benda bukan wang ringgit bukan darjat beza bukan itu segala iman taqwa penolong kita. Ingatkan diri setiap saat detiknya tiba malaikat pencabut nyawa tak leka kita sering leka alpa sentiasa harus ingat waspada selalu iman taqwa perkuat segala amal soleh tanpa mengira siapa soal jawab di sana ambil kira. Hidup di sini bukan untuk suka-suka semata bukan untuk ketawa-ketawa cuma bukan untuk bercinta-cinta hanya bukan semata-...

Sajak: Ringgit Di Celah Lidah

Image
Ringgit Di Celah Lidah Di celah lidah mu ada ringgit terselit lantas kau kuat menjerit gigimu cengkam mengigit tanpa peduli mereka jerit genggam erat ringgit janji terlaksana saudara sakit diam terkunci takkan diungkit peduli biar maruah persis nilai seringgit. Masshah Meru 27022015