MENULIS SELAGI MASIH ADA HAYAT

Friday, March 27, 2015

Sajak: Amannya Mereka


Amannya Mereka
(Melihat pekerja warga asing sedang rehat)
Merenung ke luar jendela kantin
di dinihari sunyi, sendiri
tenteramnya mereka beradu
tiada siapa yang menganggui
aman tenang damai
di sebuah negeri beribu batu
Benua ini milik semua
pelbagai ras bangsa ada
mencari rezeki di sana sini
kesungguhannya sememangnya
matlamat cari makan di sini
di sana ditinggal anak isteri
di sana ditinggal ayah ibu
demi perubahan diri juga famili.
Mereka aman tenang di sini
kita masih terkial-kial cari rezeki
memilih mana lebih bercita rasa
menjaga standard ijazah berjela
jiwa juang cekal hanya mimpi, 
tidak seperti mereka...
apa sahaja dikerjai tekun sekali
biar kena maki tetap sabar sekali
kita...jauh sekali, cepat terasa hati
Amannya mereka
biar jauh dari yang dikasihi
tetap megutus rindu selalu teknologi di tangan tak henti
sesekali menyapa sang kekasih
yang ada di benak hati
ya...mungkin sebagai penguat jiwa
agar terus semangat berusaha
demi untuk diri dan famili.
Kita di sini cukup sudah berangan mimpi
bangkit sedarlah diri
pertiwi pertahan, jangan nanti menyesal
bangunkan diri bangunkan negeri
namun...usah dinafi hak warga menumpang rezeki.

Masshah
22032015
Kantin Tempat Kerja.

No comments:

Post a Comment

Jangan Berhenti Membaca