MENULIS SELAGI MASIH ADA HAYAT

Saturday, February 6, 2016

Sajak: Berpekik Terlolonglah



Berpekik Terlolonglah

Berpekik terlolonglah
keseantero benua mana
telanjangkanlah kedurjanaanya
takkan diendahkan itu semua
tetap gagah dipuncak kuasa
bagai tiada apa-apa
bagai bersih murni suci
bagai fitrah dilahirkannya semula.

Berpekik terlolonglah
semua itu semakinkan kebal
diterajang dan ditunjal kebobrokannya
semakin berbisa cengkaman
angkuh menyelimuti tiada peduli
menyakitkan menyesakkan
semakin derita terbeban
sedikit pun tiada perubahan.

Berpekik terlolonglah
merayu meronta minta dipeduli
secebis simpati pun tiada
nalurinya keji menunjangi
apa dipeduli dibawahnya
janji kuasa terus dimiliki
pusaka negara dihakmilik sendiri.

Masshah
07012016
Meru.

No comments:

Post a Comment

Secangkir Kopi Sebuah Buku

Aku dan kau secangkir kopi sebuah buku  tak pernah mengecewakanku tetapi kau sering mentertawakanku pada hirupan terakhir kopi pada he...