MENULIS SELAGI MASIH ADA HAYAT

Thursday, February 6, 2014

Kumpulan Sajak 'Entah Apa-Apa Entah'


Akhirnya pada tanggal 20hb 10 2013 bersamaan 15Zulhijjah 1434H, dengan izin Allah dapat dikumpulkan hasil tulisan sajak dari tahun 1995 hingga 2013, Kumpulan sajak Masshah yang saya namakan 'Sajak entah apa-apa entah'...

Sepatah Kata

Syukur Alhamdulillah yang tidak terhingga dipanjatkan kehadrat Allah SWT, dengan limpah kurniaan-Nya serta selawat dan salam ke atas junjungan mulia Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan seluruh muslimin dan muslimat. Di tangan kalian sekarang ini merupakan buah fikiran yang saya persembahkan untuk kalian, ia merupakan himpunan atau pun koleksi sajak-sajak yang saya nukilkan selama beberapa tahun, mulai tahun 1995 sehinggalah tahun 2013. Itu pun jika ianya layak disebut sebuah sajak.

Secara pribadinya, ia bukanlah sebuah sajak atau puisi, jika mahu diukur ilmu yang saya miliki. Waktu itu hanya lontaran perasaan bila ada satu-satu persoalan dalam hidup yang melanda, maka terhasilah luahan rasa hati seperti susunan sebuah sajak atau puisi. Mungkin pengaruh dari suka membaca tulisan sajak di akhbar waktu itu. Maka terbinalah sebuah luahan yang sebegitu. Entahlah...!.

Pelbagai Rasa

Entah kenapa tiba-tiba ada keinginan untuk saya mengumpulkan kesemua hasil tulisan sajak ini sebagai koleksi pribadi. Selama beberapa bulan, menuliskan semula kesemua sajak-sajak tersebut ke dalam folder di Komputer lama, agar ianya tidak hilang dan terbuang begitu sahaja. Sedikit demi sedikit, mengikut kemampuan daya penulisan, akhirnya saya telah dapat kumpulkan tulisan-tulisan tersebut.

Menyelongkar buku-buku catatan lama, juga cebisan-cebisan kertas yang mengandungi tulisan-tulisan berbentuk sajak ini, dengan niat agar mesej yang dinukilkan ini dapat dimanfaati oleh anak-anak pada masa akan datang. Sebenarnya, tidak terniat pun pada masa lalu untuk menulis sajak, bahkan ilmu atau panduan untuk menulis sajak pun tidak dimiliki.

Cuma sekadar meluah perasaan melalui penulisan ala-ala sajak. Tapi bila ditatapi, dibaca kembali tulisan-tulisan tersebut, rupa-rupanya ada nostalgianya. Maka usaha-usaha untuk menghimpunkannya kini telah berjaya. Syukur Alhamdulillah sekali lagi!. Dalam koleksi ini, bermacam-macam perasaan luahan rasa.

Ada perasaan semangat, marah, cinta, sayang, kasih, frust, perjuangan, muhasabah kematian, politik dan pelbagai rasa lagi. Ia punyai nostalgia yang tersendiri. Perasaan-perasaan dulu-dulu yang terlalu emosi, geram, marah, rindu, jatuh cinta, memendam rasa...ya semuanya ada, boleh dinikmatinya.

Ia bukanlah sajak atau puisi-puisi yang sangat puitis, ia lontaran secara bersahaja, tanpa ada asas ilmu sajak ketika itu, tidak faham apa diksi, metafora, stanza, personifikasi dan istilah-istilah lain dalam penulisan sajak atau puisi ini. Waktu itu memang suka baca sajak-sajak dalam akhbar arus perdana ( jika ada peluang membelinya), di majalah-majalah( waktu itu tidak terfikir pun untuk membeli majalah-majalah keluaran DBP), Harakah dalam ruangan sastera dan budaya ( Ada digunting untuk dibuat buku skrap, hingga kini tidak berjaya dibuat pun).

Waktu itu tidak menekuni pun cara satu-satu sajak ditulis, sekadar membacanya begitu sahaja. Hingga apabila, perasaan adakalanya dilanda gelora, bermacam-macam luahan perasaan dilontarkan melalui penulisan ala-ala sajak begitu. Sehingga ke hari ini, bila diselongkar buku catatan lama, rupa-rupanya beratus juga hasil nukilan luahan hati itu. Bila dibaca lagi, mengimbau kenangan lama, ia sungguh mengasyikkan sekali....

2 comments:

  1. Oh, alangkah ruginya jika karya kita tersiar tidak disimpan dan dikoleksikan dengan baik. Manuskrip ni tak cuba dihantar ke syarikat penerbitan ke?

    ReplyDelete
  2. Terima kasih sekali lagi atas perhatian Cikgu Helmi, ada juga perancangan. Insyallah.

    ReplyDelete

Jangan Berhenti Membaca