MENULIS SELAGI MASIH ADA HAYAT

Friday, February 7, 2014

Sajak: Untuk Sebelah Sana






Untuk Sebelah Sana

Ya, untuk sebelah sana...
telah tersebar ke seluruh negara
akan sebuah makluman yang membanggakan kalian
bersorak gembira ceria bagai dikata
kerana janji-janji telah dikota dengan jayanya
apalah sangat dengan kenaikan harga itu
mereka sedia, mereka sanggup, mereka tidak bantah
kerana mereka telah memilihnya dengan besar hati
mereka yakin dengan slogan ‘mereka didahulukan, pencapaian diutamakan’
mereka sudah lafaz janji setia janji ditepati dipeti-peti undi
mereka tidak akan lawan, mereka setia bersetuju gembira
naik bagaimana banyak sekali pun, mereka tetap sedia dan setia
mereka sanggup berkorban dan terkorban demi janji ditepati
mereka sanggup mati demi pertiwi bangsa diketepi sekali tidak
tradisi membela rakyat diyakini sepenuh jiwa raga

Ya, untuk sebelah sana...
derhaka pada sang penguasa tidak sekali-kali tidak
enam puluh tahun sudah cukup berjasa pada mereka
liat, kilat sampai berkarat tetap digenggam erat setia
naik, naik dan naik lagi tidak ada apa-apa pada mereka
biar hidupnya biasa-biasa, biar hidupnya susah-susah
naik, naik dan naik lagi semua itu tidak mereka kesah’
apa yang pihak oposisi peduli mereka tidak gemari
sengsara-sengsara, susah-susah mereka setia
mereka mensyukuri nikmat yang diberi
tanpa peduli diri mereka diperjudi
sang penguasa berjasa dulu, kini dan selamanya
mereka hadami slogan itu sedalamnya menjiwa
hingga mereka percaya itu hanya tempat bergantung semata-mata
kenaikan harga itu semua sudah ketentuan Allah segala
itu, ikut kata ulamak muda pandai bicara


Ya, untuk sebelah sana...
mereka setia membabi buta segala yang dikerah
sang penguasa terus menerus memaksa tanpa peduli
demi sebuah agenda transformasi apa lagi wasatiyah,
mereka peduli apa dengan kenaikan harga
janji semua-semua itu ada jangan tidak ada
tidak peduli pada suara oposisi dianggap fitnah kepada penguasa
mereka percaya kenaikan harga itu demi rasioalisasi subsidi
kenaikan untung untuk rakyat juga diambil peduli
itu sabda sang penguasa juga menteri-menteri yang mereka percayai
untung  nasib BRIM akan diberi lagi misi janji-janji ditepati dilunasi
apa lagi yang oposisi tidak puashati pada menteri, itu kata mereka
mereka taat setia pada sang penguasa kerana penguasa ada berkata;
hanya parti pemerintah tempat bergantung untuk mereka
percaya dan percaya segunung harapan mereka menunggu harapan.

Ya, untuk sebelah sana...
entah kapan mereka ini bisa menyedari permainan keji dari sang penguasa
belum ada petanda yang bakal menginsafi diri mereka
pegangan khurafat terlalu mencengkam menjiwa pada diri
apakah ini takdir untuk mereka terus taat setia membabi buta
cukuplah apa yang mereka terus sokongi dan dokongi
lambat laun kepedulian segera bertunjang dijiwa mereka
itupun jika mereka, dapat mengikis karat-karat yang menebal didada-dada mereka
atau pun
kita saksikan sahaja, apa lagi yang mereka terus puja-puja muja-memuja sang penguasa
kerana itu semua takdir yang menentu segalanya,
untuk sebelah sana, moga insaf dan sedar diri
cukuplah penipuan enam puluhan tahun itu.

Masshah 2013
Bilik buku
16/12/2013-Isnin-8:58malam
Meru.

No comments:

Post a Comment

Jangan Berhenti Membaca