MENULIS SELAGI MASIH ADA HAYAT

Friday, August 18, 2017

Hitam Putih Kehidupan





Sebuah catatan khas ku tuliskan untukmu, ya untuk mu bukan untuk siapa-siapa. Hanya kau di hatiku biarpun terjadi apa-apa pun. Kau tetap menjadi yang pertama membaca hasil nukilanku ini.

Aku tdak peduli apa pun jika hasilnya nanti tidak memuaskan hatimu. Kerana yang dituntut dalam bicara tulisanku itu nanti adalah kejujuran, keindahan dalam penulisanku khas untuk dirimu.

Andai kau sempat membacanya atau pun aku yang tidak mampu menyudahkannya oleh kerana mungkin aku tiada lagi di sisi fana ini. Berdoalah untuk ku agar aku diberi kesihatan yang baik, ketenagan dan kharmonian dalam hatiku.

Menulis, aku perlukan ketenangan, kebahagian, sejujurnya itu yang aku mahukan dalam diriku. Tentu nanti hasilnya sungguh mengembirakan hatimu.sesekali aku perlukan sepi dan sunyi…ya sepi dan sunyi.

Mengapa aku perlukan sepi dan sunyi? Nanti akan ku bisikan keindahan sepi dan sunyi pada mu, di saat aku tidak perlukan sunyi dan sepi. Di saat aku memerlukan dirimu di sisiku.

Itu pun andai kau masih bisa meluangkan waktu seketika untuk ku jauh dari sepi dan sunyi. 

Biarlah nanti kita bicarakan dan bisikan itu nanti ke telingamu. Di saat mencari-cari apa yang aku mahu bicarakan.

Lalu apakah yang aku bicara nukilkan ini mampu menjentik emosimu, entahlah sesekali aku bertanyakan pada diri…mengapa dan apakah, perlu atau tidak, benar atau salah…ya, namanya kehidupan yang dilalui ada warna-warninya.

Putih itu suci, ia fitrah bagai bayi, tiada apa-apa kesalahan, aman, tenang bahagia selalu…itu putih, jika kehidupann itu diibaratkan warna putih.

Ia tiada noda, tiada calar…tiada. Melainkan ada setitis noda yang menceroboh, pasti titik noda di kehidupan yang putih tiada makna apa-apa.

Begitulah kesalahan kita, jika hanya satu punca, segalanya menjadi gelap. Itulah kelemahan insan seperti kita.

Sesi hitam, ya hitam. Gelap, seram, menakutkan, penuh dengan kecelakaan dan kedurjanaan. Mengapa begitu? Begitulah memang sifatnya hitam, bila ditambah dengan gulita, gelap gulita, lagi tiada Nampak apa-apa.

Begitulah kehidupan yang serba kehitaman, penuh pemberontakan, kacau bilau, mencari musuh, adu domba, khianat, dengki dan apa pun yang berkaitan dengan hitam itu sesungguhnya ia sangat mendukacitakan setiap yang melalui.

Lalu bagaimana kita mahu menghilangkan hitam dalam kehidupan kita. Ya, justeru itu kita perlu memiliki cahaya, agar yang hitam itu bisa diputihkan dan kita beroleh sinar cahaya yang bisa menerangi kehidupan kita.

Ketenangan dan keharmonian pasti terpancar begemerlapan, indah sekali bukan? 

Begitulah impian kita bersama, keindahan dan kebahagian yang kita sering dambakan. 

Antara kita sering berbeda tetapi perbedaan itu tidak sampai menghitamkan kehidupan kita, sering kita melupakan dan bertolak ansur anadai anasir hitan menganggui kita.

Bukankah bila hitam mengangui kita, cahaya itu yang kita perlukan. Di situ ada cahya yang sangat agung dari yang Maha Agung.

Cahaya itu bisa mencairkan kegelapan, cahaya itu bisa melembutkan…bukankah cahaya itu yang pernah menerangi 2/3 dunia, tertulis dalam sejarah tamadaun suci kita.

Cahaya itu yang diangkat oleh insan mulia dan diangkat sebagai khalifah dimuka bumi ini.dan cahaya itulah yang diangerahkan kepada insan mulia ini untuk di tebarkan kepada seluruh makhluk yang berada di atasa muka bumi ini.

Sehingga kini cahayanya tidak pernah padam-padam, biar pun ada yang cuba mahu memadamnya, ketahulilah ia takkan terpadam-padam.

Kau dan aku juga percaya itu, malah kita sering memerlukan cahaya itu, tatkala kehitaman mengganguii kehidupan kita. Jangan sampai kita berpaling dengan cahaya itu.

Nanti kita akan terperosok ke jurang ngeri yang kita sama-sama tidak mahu ingin ke sana.


Kehidupan kita, kita olah dengan tenang, damai, harmoni dan cahaya itu tetap menjadi lampu buat kita. Sama-sama kita jagai demi kehidupan yang murni…

bersambung...

No comments:

Post a Comment

Jangan Berhenti Membaca